LINGUISTIK UMUM_Kelas A

Dalam Linguistik Umum dibahas persoalan-persoalan studi linguistik secara umum, terutama studi mengenai aspek struktural bahasa. Studi aspek struktural bersangkutan dengan studi ilmiah mengenai bahasa dan aspek struktural bahasa yang berkaitan dengan bunyi bahasa (fonetik dan fonologi), struktur kata (morfologi), dan struktur kalimat (sintaksis).

Linguistik Forensik

Linguistik Forensik adalah cabang linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan kasus hukum. Dengan rumusan lain, linguistik forensik merupakan setiap delik hukum yang berkaitan dengan kasus bahasa. Cabang linguistik ini tidak hanya menyangkut fenomena kejahatan verbal seperti penghinaan, penistaan, pencemaran nama baik, pengancaman, pemalsuan merek dagang, plagiarisme teks,  sumpah palsu, tetapi juga berkaitan dengan indikasi tindak kriminal yang berhubungan dengan bahasa seperti kasus pembunuhan, penculikan, bunuh diri, perkelahian, penganiayaan, pemerkosaan, pembakaran, pemusnahan, dsb. Dalam cabang linguistik ini dipelajari profil kebahasaan tersidik dan data berkasus atas perintah salah satu jaksa penuntut, penyidik, advokat, atau terdakwa sendiri. Bagaimana metode menganalisis kasus hukum yang berkaitan dengan bahasa ini merupakan inti dari mata kuliah ini. Bahasa pengantar yang dipakai di kelas adalah bahasa Indonesia. Tugas-tugas bedah kasus dan pemecahan kasus kebahasaan diberikan sebagai latihan. Pada tengah semester, mahasiswa ditugaskan mereview jurnal tentang linguistik forensik, mengikuti ujian kelas untuk ujian tengah semester dan menulis artikel untuk ujian akhir semester.


Linguistik Kognitif

Linguistik Kognitif adalah cabang ilmu bahasa yang mengkaji hubungan bahasa dan pikiran manusia. Di dalam mata kuliah ini dijelaskan bagaimana bahasa mempengaruhi pikiran atau pikiran mempengaruhi pemakaian bahasa, dan keduanya itu bertalian pada tindakan.  Pada akhir semester, mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan (1) sejarah singkat kemunculan Linguistik Kognitif,  pendekatan, arah dan pusat-pusat pengembangannya, (2) konsep-konsep dasar linguistik kognitif (konstrual, perspektif, latar (foregrounding-backgrounding), konsep, frame, figure & ground, (3) ruang dan perluasan makna spasial baik  ruang fisik maupun ruang mental,  (4) kategorisasi yang menyangkut prinsip kategori, prototipe, kategori radial, dan model kognitif ideal (ICM), (5) metafora konseptual yang terbagi dalam tiga tipe metafora struktural, metafora ontologis, dan metafora orientasional, serta bagaimana pendekatan dan analisis metafora, dan (6) metonimi konseptual yang menyangkut bagaiaman analisis metonimi konseptual, interaksi metafora-metonimi dan model analisisnya, (7) perwujudan dan struktur konseptual yang menyangkut image skema, perluasan makna dan struktur konseptual itu, dan (8) tatabahasa kognitif yang berkaitan dengan pendekatan, dasar konseptual pada tatabahasa, dan konstruksi tatabahasa kognitif. Bahasa yang dipakai sebagai pengantar adalah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam memahami ilmu ini, mahasiswa diberikan tugas analisis kasus, tugas mereview jurnal LK untuk ujian tengah semester dan menulis artikel mengenai linguistik kognitif sebagai tugas akhir kuliah  .


POLITIK BAHASA

Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai Politik Bahasa dari perspektif teori dan praktik. Politik Bahasa dikenal juga dengan sebutan Politik Linguistik dalam khasanah linguistik Francophone. Mata kuliah ini mempelajari Politik Bahasa melalui beberapa studi kasus, hingga memungkinkan untuk melihat dinamika teori yang dikemukakan oleh pakar Politik Bahasa baik nasional maupun internasional. Metode penyampaian materi akan dilakukan melalui kuliah, studi kasus, diskusi, tugas baca dan review serta presentasi. Sedangkan evaluasi tengah semester (UTS) dan akhir semester (UAS) menggunakan metode evaluasi formatif dan sumatif. Kuliah ini disampaikan dalam Bahasa Indonesia.

Semantik dan Pragmatik

Mata Kuliah semantik dan pragmatik bertujuan: memberikan bekal wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa tentang persoalan semantik dan pragmatik, dan mampu menganalisis dan menyelesaikan berbagai persoalan yang terkait hyang terdapat di dalam berbagai bahasa. 

Perbedaan bentuk, makna, dan referen; jenis-jenis relasi makna, jenis-jenis pengacuan dan sifat referen, teori protoptipe dan stereotype, jenis-jenis kebenaran, Pragmatik, tindak tutur, jenis-jenis tindak tutur, implikatur, dan entailment, prinsip kerja sama, prinsip kesopanan, deiksis.


Sosiolinguistik

Mata kuliah Sosiolinguistik ini mempelajari penjelasan struktur bahasa dikaitkan dengan struktur masyarakat. Secara spesifik Sosiolinguistik memberikan pengetahuan tentang isu-isu aktual variasi bahasa sebagai cerminan masyarakat bahasa yang heterogen dan penjelasan tentang identitas masyarakat penuturnya. Isu-isu tersebut meliputi variasi bahasa, variasi sosial, variasi daerah, bahasa dan budaya, identitas, bahasa dan gender, perubahan bahasa, register dan fungsi bahasa, sikap bahasa, perencanaan bahasa, dll. Di akhir kuliah, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang mendalam tentang keberadaan setiap variasi bahasa dan menghubungkannya dengan kemungkinan faktor-faktor sosial yang mempengaruhinya. Mahasiswa juga diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk menemukan dan memecahkan masalah sosiolinguistik yang berkembang dalam bahasa daerah dan bahasa nasional, atau bahasa lain yang mereka kuasai. Bahasa pengantar yang dipakai adalah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk melatih pemahaman mahasiswa diberi tugas pemecahan masalah bahasa masyarakat, tugas review jurnal untuk ujian tengah semester, dan menulis artikel sosiolinguistik untuk ujian akhir semester.