Preservasi fertilitas pada pasien kanker

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memahami efek jangka panjang agen kemoterapi dan radioterapi dan jenisnya terhadap risiko gonadotoksisitas
  2. Memahami secara komprehensif risiko infertilitas dan pilihan preservasi fertilitas pada pasien kanker serta tata prosedurnya.
  3. Memahami mengenai preservasi fertilitas pada kondisi khusus yaitu kasus non keganasan (autoimun, endometriosis, Turner syndrome) dan pada pria
  4. Memahami pentingnya edukasi preservasi fertilitas pada pasien kanker sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas fertilitas pasca terapi kanker.
  5. Mempraktikkan keterampilan konseling dan edukasi pasien mengenai pilihan terapi kemoterapi dan radioterapi terkait gonadotoksisitas serta pilihan preservasi fertilitas bagi pasien dalam situasi yang aman bagi petugas kesehatan.

DOSEN PENGAMPU

  1.  Dr. dr. Sri Mulatsih, SpA(K)
  2.  dr. Mardhiah Suci Hardianti Ph.D, Sp.PD-KHOM
  3.  Prof. Dr. dr. Heru Pradjatmo, Sp.OG(K)-Onk, M.Kes.
  4.  dr. Shofwal Widad, Sp.OG(K)-FER
  5.  dr. Agung Dewanto, Sp.OG(K)-FER, Ph.D
  6.  dr. Sarrah Ayuandari, Ph.D., Sp.OG
  7.  dr. Ita Fauzia Hanoum, MCE
  8.  Dr. dr. Dicky M. Rizal, M.Kes, Sp.And(K)

Workshop MInimal Invasive Surgery

Minimal invasive surgery adalah kompetensi khusus yang wajib dikuasai oleh subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi (FER). Banyak tindakan laparoscopy sebagai minimal invasive surgery yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan klinis pasien sehingga dicapai luaran yang lebih baik.

Tidak sedikit mahasiswa subspesialis FER yang telah lama tidak mempraktekkan secara aktif minimal invasive surgery di masa praktek sebagai spesialis Obstetri Ginekologi umum. Untuk itu dibutuhkan refreshing pengetahuan tentang dasar-dasar minimal invasive surgery yang bertujuan sebagai jembatan dalam menempuh modul pendidikan Subspesialis FER.

Workshop minimal invasive surgery merupakan bagian dari modul MIS (minimal invasive surgery yang  terdiri dari 3 level pencapaian kompetensi. Workshop ini dirancang untuk mahasiswa subspesialis FER dengan harapan sebagai penyegaran dan penuntun mahasiswa agar mempunyai dasar yang kuat dalam pencapaian kompetensi yang berguna untuk tatalaksana bedah ginekologi yang lebih baik.