District Team Problem Solving
Manajemen program merupakan kompetensi kunci dari petugas kesehatan di lembaga-lembaga pemerintah, sosial, dan swasta. Dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas membutuhkan manajer yang profesional. Di lembaga-lembaga kesehatan kesehatan seperti itu, program kesehatan harus dibuat dan dilaksanakan oleh manajer yang memiliki kemampuan memahami dan memecahkan masalah.
Banyak kuliah tentang manajemen diajarkan di kelas di fakultas kedokteran dan kesehatan masyarakat, tetapi pada umumnya kuliah-kuliah itu bersifat pengantar. Meskipun memberikan kesempatan mempelajari manajemen, praktik-praktik lapangan selama masa perkuliahan jarang memperoleh kesempatan untuk pembimbingan yang intensif tentang praktik manajemen.
Kuliah praktik manajemen kesehatan untuk mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat, khususnya yang berasal dari jurusan administrasi kesehatan, yang ditawarkan ini merupakan cara belajar manajemen berbentuk workshop dan bimbingan yang intensif dengan metode pembelajaran workshop terstruktur dan penekanan learning by doing approach. Kita menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa menekankan pada upaya mengaitkan dengan konsep-konsep manajemen dengan pengembangan rencana program yang rinci.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Mata pelajaran ini memberikan kesempatan bagi calon manajer dan policy maker ketika mereka mengelola program, organisasi, dan terlibat dalam pengembangan sistem kesehatan baik di daerah maupun di tingkat nasional.
LUARAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu:
Mahasiswa mendapat pengalaman mengerjakan sebuah rencana perubahan program - yang sesuai dengan bidang pekerjaan mereka.
Mahasiswa memahami konsep-konsep terkait manajemen program
Mahasiswa memiliki kompetensi mendesain program spesifik berbasis pendekatan pengembangan kapasitas organisasi
Mahasiswa bisa membedakan pembuatan program yang bersifat sentralistik dari pusat dan yang berbasis kemampuan daerah
PENILAIAN PRESTASI BELAJAR
Penilaian prestasi belajar meliputi penilaian akumulatif dari komponen berikut:
1 0 tugas, tiap tugas ada penilaian
Total 100%
Penilaian hasil akhir belajar menggunakan skala ordinal sebagai berikut:
Nilai | Skala | Skore Prosentase |
A | 4.0 | 93% - 100% |
A- | 3.75 | 90% - 92% |
B+ | 3.50 | 87% - 89% |
B | 3.25 | 83% - 86% |
B- | 3.00 | 80% - 82% |
C+ | 2.75 | 77% - 79% |
C | 2.50 | 73% - 76% |
C- | 2.25 | 70% - 72% |
D+ | 2.00 | 67% - 69% |
D | 2.75 | 63% - 66% |
D- | 2.50 | 60% - 62% |
E | 2.25 | Kurang dari 60% |
PRASYARAT MATA KULIAH
Tidak ada
PROSES PEMBELAJARAN
Tempat workshop di Wisma Gadjah Mada 25 km dari kampus UGM
Mahasiswa adalah full board di sana selama workshop
Pekerjaan sepenuhnya dikerjakan sambil berdiskusi
Workbook DTPS WHO 1992 digunakan sebagai basis pengerjaan tugas.
Kerja kelompok dan mandiri
Diskusi dilakukan jika masalah-masalah muncul ketika menyelesaikan sebuah rencana pengembangan program perbaikan.
Mahasiswa diberi satu set bahan bacaan yang dikelompokkan dalam 12 topik seperti dalam kuliah-kuliah tradisional. Mahasiswa diminta untuk membaca bahan-bahan itu pada malam hari dan di waktu-waktu mereka harus merefleksi ketika berhadapan masalah.
KEBIJAKAN DAN HARAPAN UGM
Mahasiswa dan fakultas telah berkomitmen terhadap misi, nilai, dan sumpah UGM.
Integritas Akademik
Mahasiswa diminta untuk selalu mengikuti kode UGM, tersedia online di http://ph-gmu.org/index.php?mod=about&sub=informasi&act=view&typ=html#