Geologi Mineral Industri Lanjutan (Advanced Geology of Industrial Minerals)
Dalam matakuliah ini dibahas mengenai definisi mineral industri, keterkaitan antara mineral logam dan mineral industri, kelebihan dan kekurangan mineral industri dibanding mineral logam, pada sesi pendahuluan. Pada sesi selanjutnya dibahas tiap-tiap komoditi mineral industri yang banyak digunakan di dunia industri, misalnya mineral lempung (kaolin dan bentonit), zeolit, fosfat, belerang, intan, batu-mulia dan opal, batugamping, granit, perlit meliputi karakteristiknya, genesanya, keterdapatan dan penyebarannya terutama di Indonesia, cara identifikasinya, eksplorasi, aplikasi dalam dunia industri, serta pengolahan sederhananya.
Metoda pembelajaran ditempuh dengan cara tatap muka di kelas, diskusi dalam kelas, tugas mereview beberapa artikel ilmiah dari jurnal serta menuliskannya dalam bentuk paper dan mem-presentasikannya di kelas. Metoda evaluasi didasarkan pada nilai ujian tengah semester, nilai paper, nilai presentasi tugas paper dan nilai ujian akhir semester.
- Kogel, J.E., Trivedi, N.C., Barker, J.M., Krukowski, S.T. (eds), 2006, Industrial Minerals & Rocks: Commodities, Markets, and Uses, 7th Ed., Society for Mining, Metallurgy, and Exploration, Inc., Colorado, 1548 p.
- Kužvart, M., and Böhmer, M., 1986, Prospecting and Exploration of Mineral Deposits, 2nd ed., Elsevier, Amsterdam.
- Manning, D. A. C., 1995, Introduction to Industrial Minerals, Chapman & Hall, London, 276 h.
- Pohl, W.L., 2011, Economic Geology: Principles and Practice, Wiley-Blackwell, 663 p.
- Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.