Ilmu Hewan Laboratorium FKG (IR)
1. Pendahuluan Mata kuliah Ilmu Hewan Laboratorium merupakan salah satu mata kuliah yang diberikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM). Mata kuliah ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang penggunaan, perawatan, dan prinsip-prinsip etika dalam penelitian yang menggunakan hewan laboratorium. Ilmu ini sangat penting dalam bidang kedokteran gigi, terutama dalam penelitian biomedis, uji preklinik, serta pengembangan teknik dan bahan baru dalam kedokteran gigi.
2. Tujuan Mata Kuliah Mata kuliah ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang mencakup:
Pemahaman mengenai jenis-jenis hewan laboratorium yang umum digunakan dalam penelitian biomedis, khususnya dalam bidang kedokteran gigi.
Teknik dasar dalam pemeliharaan dan perawatan hewan laboratorium.
Prinsip-prinsip etika dalam penelitian menggunakan hewan percobaan.
Metode eksperimen dasar dan lanjutan yang melibatkan hewan laboratorium.
Penerapan ilmu hewan laboratorium dalam penelitian kedokteran gigi, seperti uji biokompatibilitas bahan restorasi gigi dan studi farmakologi obat-obatan.
3. Cakupan Materi Mata kuliah ini mencakup beberapa topik utama yang dibagi menjadi beberapa sesi perkuliahan dan praktikum, antara lain:
Pengantar Ilmu Hewan Laboratorium
Definisi dan ruang lingkup ilmu hewan laboratorium
Peran hewan laboratorium dalam penelitian biomedis dan kedokteran gigi
Jenis-jenis Hewan Laboratorium
Tikus (Rattus norvegicus) dan mencit (Mus musculus)
Kelinci (Oryctolagus cuniculus)
Guinea pig (Cavia porcellus)
Hewan laboratorium lainnya yang digunakan dalam penelitian kedokteran gigi
Prinsip Etika dalam Penggunaan Hewan Laboratorium
Etika dan kesejahteraan hewan dalam penelitian
Prinsip 3R (Replacement, Reduction, Refinement)
Regulasi dan peraturan terkait penggunaan hewan laboratorium
Teknik Dasar Pemeliharaan dan Perawatan Hewan Laboratorium
Manajemen kandang dan lingkungan hewan
Pemberian pakan dan perawatan kesehatan
Identifikasi dan penandaan hewan
Teknik Eksperimen Dasar
Teknik handling dan restrain
Metode pemberian zat (oral, injeksi, topikal)
Teknik pengambilan sampel (darah, jaringan, urin, saliva)
Penggunaan Hewan Laboratorium dalam Penelitian Kedokteran Gigi
Uji toksisitas dan biokompatibilitas bahan restorasi gigi
Model penelitian penyakit periodontal pada hewan laboratorium
Studi farmakologi agen terapeutik dalam kedokteran gigi
Analisis Data dan Interpretasi Hasil Penelitian
Pengolahan data hasil penelitian
Validasi dan replikasi eksperimen
Publikasi ilmiah dan pelaporan hasil penelitian
4. Metode Pembelajaran Pembelajaran dalam mata kuliah ini dilakukan melalui kombinasi:
Perkuliahan teori: Dosen akan memberikan kuliah tentang prinsip dasar dan aplikasi ilmu hewan laboratorium dalam kedokteran gigi.
Praktikum laboratorium: Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung dalam menangani dan melakukan eksperimen dengan hewan laboratorium.
Diskusi dan studi kasus: Mahasiswa akan dianalisis kasus penelitian yang menggunakan hewan laboratorium serta membahas aspek etika dan regulasinya.
Tugas dan presentasi: Mahasiswa akan diberikan tugas untuk mengkaji literatur ilmiah terbaru terkait penelitian hewan laboratorium dalam bidang kedokteran gigi.
5. Penilaian Evaluasi dalam mata kuliah ini dilakukan melalui beberapa aspek, antara lain:
Ujian tertulis (midterm dan final exam) untuk mengukur pemahaman teori.
Laporan praktikum yang mencakup metode, hasil, dan analisis eksperimen yang telah dilakukan.
Presentasi dan diskusi untuk menilai pemahaman mahasiswa terhadap penelitian berbasis hewan laboratorium.
Partisipasi dalam kelas dan praktikum untuk menilai keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan akademik.
6. Relevansi dalam Kedokteran Gigi Ilmu hewan laboratorium memiliki peran penting dalam kedokteran gigi, terutama dalam:
Pengujian keamanan dan efektivitas bahan kedokteran gigi sebelum diterapkan pada pasien.
Studi mengenai mekanisme penyakit gigi dan mulut dengan model hewan percobaan.
Pengembangan obat-obatan dan teknik baru dalam terapi kedokteran gigi.
Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang translasi hasil penelitian ke dalam praktik klinis.